Berita & Pengumuman

Informasi terbaru seputar kegiatan, agenda paroki, dan pengumuman sakramen.

Menampilkan 2 berita

Katedral Santo Yosef
PKSN XIII Tegaskan Gereja Tidak Anti Teknologi, tetapi Menjaga Hati Manusia
Berita Paroki

PKSN XIII Tegaskan Gereja Tidak Anti Teknologi, tetapi Menjaga Hati Manusia

Pontianak, Rabu 27 Mei 2026 – Denting gong, tarian Dayak, dan suasana khidmat di Katedral Santo Yoseph Pontianak menjadi pembuka yang menarik dalam Misa Pembukaan PKSN XIII, Rabu (27/5). Namun di balik nuansa budaya yang kental, Gereja Katolik justru membawa pesan yang sangat dekat dengan realitas dunia modern, kecerdasan buatan (AI), internet, dan masa depan manusia di era digital. Melalui PKSN XIII, Gereja mengajak umat untuk tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga manusia yang mampu menjaga hati, relasi, dan kepekaan nurani di tengah dunia digital yang terus berkembang. Dipimpin Agustinus Tri Budi Utomo bersama Agustinus Agus dan para imam peserta PKSN XIII, misa pembukaan tersebut memperlihatkan bagaimana Gereja mencoba menjembatani tradisi iman dengan tantangan teknologi masa kini. Dalam homilinya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo tidak berbicara tentang penolakan terhadap teknologi. Sebaliknya, dia mengakui bahwa manusia saat ini hidup di tengah arus kemajuan digital yang bergerak sangat cepat. Dia menggambarkan manusia modern seperti berada di atas sebuah sampan yang terbawa derasnya arus teknologi media, komunikasi, internet, hingga Artificial Intelligence (AI). “Dengan kecepatan yang sulit kita bayangkan beberapa tahun lalu, apa yang dahulu hanya menjadi imajinasi kini telah menjadi realitas keseharian,” ungkapnya. Namun di tengah derasnya arus digital tersebut, Gereja justru mengingatkan pentingnya menjaga ruang sunyi dalam diri manusia. Menurut dia, perkembangan teknologi yang luar biasa tidak boleh membuat manusia kehilangan keheningan batin dan suara hati nurani. Pesan itu menjadi menarik karena disampaikan di tengah realitas masyarakat modern yang semakin bergantung pada layar, media sosial, dan komunikasi serba cepat. Gereja melihat bahwa persoalan terbesar bukan sekadar teknologi, melainkan kemungkinan manusia kehilangan kemampuan untuk benar-benar hadir dalam relasi dengan sesama maupun dengan Tuhan. Dalam refleksinya, Mgr. Agustinus Tri menghubungkan dunia digital modern dengan kisah para murid dan Bunda Maria yang berkumpul di Yerusalem menantikan Roh Kudus. Baginya, kisah tersebut menjadi simbol penting bahwa manusia tetap membutuhkan ruang hening untuk mendengarkan suara Tuhan di tengah dunia yang bising oleh informasi. Dia menegaskan bahwa PKSN XIII bukan sekadar forum komunikasi sosial Gereja, tetapi juga ruang belajar bersama agar umat mampu menghadirkan wajah dan suara Allah di tengah perubahan zaman. Pesan tersebut bahkan diterjemahkan dalam contoh yang sangat sederhana. Dia mengajak para pembina sekolah minggu untuk membiasakan anak-anak berani menatap wajah imam saat menerima berkat dan mengucapkan “amin”. Menurutnya, perjumpaan tatap wajah memiliki makna mendalam karena menghadirkan pengalaman relasi yang nyata, bukan sekadar formalitas keagamaan.

12 Juni 2026
Baca →
Katedral Santo Yosef
PKSN XIII Pontianak Ditutup, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Keuskupan Manado
Berita Paroki

PKSN XIII Pontianak Ditutup, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Keuskupan Manado

Rangkaian kegiatan Perayaan Komunikasi Sosial Nasional (PKSN) XIII yang berlangsung di Keuskupan Agung Pontianak (KAP) resmi berakhir pada Minggu (31/5/2026). Selama sepekan, sejak 26 hingga 31 Mei 2026, para pegiat media Gereja Katolik dari 18 keuskupan di Indonesia berkumpul untuk memperdalam tata kelola komunikasi gerejawi di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI). Pada malam penutupan, Sabtu (30/5/2026), Ketua Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) KAP, Paulus Mashuri, menyerahkan kembali mandat penyelenggaraan PKSN kepada Komisi Komsos Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) yang diwakili Sekretaris Komsos KWI, RD Petrus Noegroho Agoeng. Selanjutnya, estafet penyelenggaraan PKSN akan diteruskan kepada Komisi Komsos Keuskupan Manado sebagai tuan rumah PKSN XIV pada tahun 2027. Melalui tayangan video di videotron Aula Magna Gedung Pacifikus Bos, Kompleks Katedral Santo Yosep Pontianak, Ketua Komisi Komsos Keuskupan Manado, RD Yohanes I Made Pantyasa, menyampaikan kesiapan keuskupannya menjadi tuan rumah kegiatan nasional tersebut. “Bapa Uskup Manado menyatakan, kami siap menjadi tuan rumah PKSN XIV tahun depan. Bagi para pegiat Komsos se-keuskupan di Indonesia, kami tunggu kehadiran Anda nanti,” ujar Made. Seluruh rangkaian PKSN XIII ditutup dengan perayaan Misa Kudus di Katedral Santo Yosep Pontianak pada Minggu pagi. Misa dipimpin Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Samuel Oton Sidin, OFM Cap, bersama sejumlah konselebran, antara lain RD Petrus Noegroho Agoeng, Sekretaris KAP RP Aloysius Adiantus, CP, dan Pastor Kepala Paroki Katedral, RD Alexius Alex. Dalam kesempatan tersebut, Uskup Samuel mengapresiasi pelaksanaan PKSN XIII yang dinilai mampu mendorong semangat pelayanan komunikasi sosial Gereja, khususnya dalam menyikapi perkembangan kecerdasan buatan yang memiliki dampak positif maupun negatif. Dia berharap seluruh peserta dapat menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan di paroki dan keuskupan masing-masing. “Kiranya apa yang kita terima di sini telah menginspirasi kita semua. Kita hidupi dan praktikkan di paroki dan keuskupan masing-masing. Kalian telah mengalami perjumpaan meski singkat dengan umat di sini. Sekembalinya ke keuskupan masing-masing, sampaikan salam hangat saya kepada Uskup kalian,” kata Uskup Samuel. Sejak 2014, KWI menggagas kegiatan tahunan tersebut sebagai wadah bersama bagi pegiat komunikasi sosial Gereja Katolik di Indonesia untuk mendalami pesan-pesan Hari Komunikasi Sosial Sedunia agar semakin dipahami dan diterapkan secara konkret dalam kehidupan umat.

12 Juni 2026
Baca →